Category Audios

Season 4: In Contemplation with Dr. Aru Sudoyo

“Kanker adalah maharaja segala penyakit, raja terror,” demikian kata dr. Siddharta Mukherjee , dokter spesialis dan peneliti kanker terkemuka di dalam bukunya yang terkenal “The Emperor of All Maladies”. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Rahmat Purwono…

Season 4: In Conversation with Warih Wisatsana

“……Tubuh perempuan terkasih dalam lukisanmu Yang tak kunjung selesai meluapkan hidup Hijau sehijau belantara, biru sebiru hampa angkasa Di mana segalanya mungkin bermula Sebelum jagat raya tercipta sebatas cerita…….” (“Bersama Hendra Gunawan ke Trunyan”, Warih Wisatsana) Cuplikan puisi karya penyair…

Season 4: In Contemplation with Petty Fatimah

COMING HOME WITH LEILA CHUDORI MUSIM TAYANG 4, FEAT. PETTY FATIMAH. Perkenalkan Inspektur Polisi Kwan Chun-dok. Seorang Hercule Poirot dari Hong Kong, atau katakanlah dia seorang Columbo yang selalu berhasil menemukan pembunuh setiap kasus yang ditanganinya. Tokoh ciptaan novelis Hong…

Season 4: In Memoriam Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono (1940-2020) adalah seorang penyihir. Seluruh negeri tersihir oleh ruh yang ditiupkan dalam puisi-puisinya “Duka-Mu Abadi”, “Aku Ingin” hingga “Hujan Bulan Juni” yang tertera abadi di hati dan bibir para pembacanya. Selama 80 tahun hidupnya, Sapardi bukan hanya…

Season 4: In Contemplation with Robertus Robet

Diskusi Novel “Nineteen Eighty-Four ” oleh George Orwell Feat. Robertus Robet War is Peace. Freedom is Slavery. Ignorance is Strength.  Novel “1984” adalah karya sastrawan Inggris George Orwell yang terbit tahun 1949. Sebuah novel dystopia yang menyorot tokoh Winston Smith,…

Season 3: In Contemplation with Rocky Gerung

Hanya ada satu Gabo. Hanya ada satu yang bernama “Seratus Tahun Kesunyian’. Hanya ada satu "Cien Años de Soledad" yang lahir tahun 1967 dan diterjemahkan oleh Gregory Rabassa ke dalam bahasa Inggris menjadi “One Hundred Years of Solitude.” Karya kedua…

Season 3: In Contemplation with Adinia Wirasti

COMING HOME WITH LEILA CHUDORI FEAT. ADINIA WIRASTI NOVEL “SANG KERIS” KARYA PANJI SUKMA “Ketika anak itu belum mengerti tentang arti sebuah kehilangan, sebenarnya takdir anak itu telah selesai ditulis.” Demikian Panji Sukma memulai novelnya. Di dalam 110 halaman ini,…